Miracle in 7 February, The First Meet in Love

24 Mar

Miracle in 7 February, The First Meet in Love
Cast :
1. Shin Ji Hyun a.k.a Shin
2. Max Chang Min a.k.a Changmin
3. Kim Yu Ri a.k.a Yuri / sahabat Shin
4. Zhou Mi a.k.a Gege / oppa Shin (bukan kandung)
5. Other cast
Genre : Friendship, Romance, Sad, dll. (Tentukan sendiri ne)
PG : +15
Length : Oneshot
Author : Alvina Devy F.

Tanggal 7 February adalah ulang tahun seorang yeoja bernama Shin Ji Hyun atau sebut saja namanya Shin yang bertepatan dengan hari ini. Dia berharap kalau hari ini dia mendapatkan sebuah perhatian dan ucapan ulang tahun. Tetapi apa yang dia harapkan sia-sia ternyata teman-temannya melupakan hari yang penting bagi dirinya. Yang menyebabkan Shin membenci hari ulang tahunnya dan tidak suka dengan pesta ulang tahun, entah itu ulang tahun temannya, ataupun oppanya.
“Hassst kenapa harus ada tanggal 7 kenapa nggak langsung tanggal 8 aja” gerutu Shin sambil bangun dari tidurnya dan kemudian mandi, selesai mandi dia ganti pakaian dan kemudian sarapan dengan oppanya.
“Tumben jam segini sudah mau berangkat” ucap Gege sambil menuang air minum.
“Emb” ucap Shin dingin.
“Aigoo, kenapa panda oppa jawabnya dingin banget” ucap Gege mendengar jawaban dari Shin.
“Jangan panggil q panda aku tidak suka dengan panggilan itu dan namaku itu Shin bukan panda” sahut Shin semakin dingin dan kemudian dia langsung berangkat tanpa berpamitan dengan Gege.
“Hei, tunggu kau tidak sarapan?” teriak Gege memanggil Shin tetapi Shin menghiraukan panggilan oppanya. “Ada apa dengan anak itu” batin Gege.

Shin berangkat sekolah jalan kaki dengan wajah cemberutnya. Sesampai di sekolah dia disambut oleh Yuri sahabatnya.
“Saengil Chukkae Hamnida….Saengil Chukkae Hamnida Shin” ucap Yuri berkali-kali dengan wajah gembiranya karena mengetahui kalau hari ini hari ulang tahun sahabatnya itu.
“Sudahlah Yuri” ucap Shin agak dingin.
“Hey kau kenapa bukannya kau berterima padaku malah jawabnya dingin” ucap Yuri sedikit kecewa.
“Ne, gomawo Yuri sahabatku yang paaaliiiing baik” ucap Shin dengan tersenyum terpaksa.
“Nah gitu dong, ini kan hari ulang tahunmu seharusnya kau senang bukannya cemberut seperti tadi” ucap Yuri.
“Percuma aku senang toh tidak ada yang ingat dengan ulang tahunku” jelas Shin.
“Aku kan ingat ulang tahunmu” jawab Yuri.
“Iya kau ingat, tapi yang lainnya? Apakah mereka ingat mereka tahu kalau aku ulang tahun hari ini?” tanya Shin.
“Apa perlu aku beritahu mereka kalau hari ni kau ulang tahun!” ucap Yuri.
“Aniya, tidak perlu” jawab Shin.
“Waeyo?” tanya Yuri.
“Percuma kau beri tahu mereka, lagi pula mereka mengucapkan selamat padaku mungkin juga terpaksa” jawab Shin.
“Tapi setidaknya mereka kan tau kalau hari ini kau ulang tahun” ucap Yuri sedikit memaksa.
“Aniya, aku bilang tidak ya tidak” jawab Shin.
“Ow yasudah kalau begitu, oya kau sudah menyelesaikan patungmu?” tanya Yuri.
“Aduch, mati aku. Aku lupa aissh siap-siap kena semprot aku ama Kang songsaenim tapi tenang tinggal beralasan sedikit Kang songsaenim pasti akan memakluminya” jawab Shin dengan menepuk jidatnya yang kemudian muncul sebuah ide briliant di otaknya.
“Kau itu memang sudah kebiasaan” ucap Yuri.

Bel berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai di Kirin Art High School. Semua siswa menyiapkan buku pelajaran yang akan di ajarkan. Pelajaran dilaksanakan dengan tertib dan berjalan selama 2 jam dan diiringi dengan bunyi bel tanda istirahat dan pelajaran 1 selesai.
“Huh akhirnya selesai juga” ucap Shin.
“Shin kita ke Kantin yuk?” ajak Yuri.
“Ani, aku lagi tak berselera makan” jawab Shin sambil memainkan layar I-PADnya.
“Ayolah Shin!! Ini kan hari ulang tahunmu. Masak kau tidak mentraktirku?” ucap Yuri dengan wajah melasnya sambil bergelantungan (?) di lengan Shin.
“Ne…ne…ne, baiklah” jawab Shin akhirnya menuruti kemauan sahabatnya itu.
#di Kantin#
“Ahjuma, aku pesan 2 porsi pasta dan 2 softdrink dingin” pinta Shin.
“Mwo 2 porsi? Untuk siapa?” tanya Yuri.
“Katanya kau mau kutraktir hari ini” jawab Shin.
“Trus satu porsi untuk siapa?” tanya Yuri
“Aku” jawab Shin singkat.
“Katanya kau tidak lapar tadi”.
“Sebenernya emang tidak lapar tapi dari pada nanti aku cuma liat kamu makan dengan nikmatnya lebih baik aku ikut makan juga” jelas Shin.
“Nah gitu dong makan, jangan cuma gara-gara kamu hari ini lagi galau sampai gak makan segala ntar kamu sakit trus yang repot kan aku” ucap Yuri.
“Mwo? Galau? Di kamus aku yang namanya kata galau tidak ada, ingat!” jawab Shin.
“Ne…ne…ne aku ingat” ucap Yuri.
“Trus kalau aku sakit tadi kenapa kau yang repot? Bukannya kau senang?” ucap Shin dengan sedikit menggoda.
“Ya sebagai sahabat kan aku khawatir. Lagi pula kalau kau sakit kan kau pasti menyuruhku mengerjakan pr-mu. Heh senang, apanya yang senang?” ucap Yuri.
“Hehehe iya juga. Senang karena kau kan bisa menjengukku dan bertemu ama Gege oppa” ucap Shin.
“Aish Shin kau itu ada-ada saja” jawab Yuri sedikit malu.
“Tapi kan benar!” ucap Shin sambil menyenggol pelan tubuh Yuri.
“Sudahlah lebih baik kita makan keburu dingin nanti” ucap Yuri sambil tersenyum mendengar ucapan Shin barusan. Kemudian Shin dan Yuri memakan pasta yang mereka berdua pesan tadi dan di akhiri minum softdrink. Tak di sangka tiba-tiba ada yang menyiram Shin dengan air. Shin dan Yuri pun kaget.
“Yakk~ siapa yang berani-beraninya menyiramku” teriak Shin sampai-sampai murid-murid yang ada di Kantin langsung mengalihkan pandangannya ke Shin.
“Hahahaha” tawa Lian bersama 3 temannya
“Lian apa yang kau lakukan?” tanya Yuri.
“Aku hanya memberi kado kecil untuk Shin, lagi pula hari ini kan Shin ulang tahun, iyakan teman-teman” jawab Lian kemudian di jawab oleh 3 teman Lian.
“Hey, aku tak butuh hadiah dari kalian” ucap Shin marah sambil menarik kerah baju Lian.
“Sudah Shin… sudah, jangan tanggepi mereka, jika kau tanggepi mereka kau sendiri yang akan malu” ucap Yuri menenangkan Shin yang marah karena perlakuan Lian dan teman-temannya.
“Tapi mereka sudah keterlaluan” jawab Shin yang masih sedikit emosi.
“Sudahlah lebih baik kita pergi saja, lagi pula semua murid di Kantin ini melihat kita” ucap Yuri kemudian mengajak Shin pergi dari Kantin.
“Bye…bye” ucap Lian dan 3 temannya sambil melambaikan tangan kemudian tertawa.

#Di kelas#
“Shin lebih baik kau pulang saja” saran Yuri.
“Apa kau mau membunuhku! Setelah ini kan pelajaran Kang songsaenim, apa kau lupa” ucap Shin.
“Tapi kau nanti bisa sakit dan pakaianmu kan basah apalagi kau tidak bawa baju ganti. Sudahlah urusan Kang songsaenim serahkan padaku, dia pasti percaya padaku” ucap Yuri sambil sedikit tersenyum.
“Baiklah aku akan pulang tapi kalau besok aku dapat panggilan, awas kau” ucap Shin.
“Ok, percayakan semuanya pada Yuri” ucap Yuri.
“Kalau begitu aku pulang, anyeong!” ucap Shin.
“Ne nado, eh tunggu!” ucap Yuri menahan Shin.
“Ada apa lagi sih?” tanya Shin.
“Nanti aku ke rumah mu ya?” pinta Yuri.
“Hemb… terserah kau saja” jawab Shin kemudian pergi meninggalkan Yuri.

#di jalan#
“Huuhhhhh, menyebalkan sekali hari ini. Kenapa harus ada hari ini. Haaaaaaaaahhhh!!” teriak Shin sambil menendang sebotol kaleng kosong di depannya. Ternyata botol kaleng yang di tendang Shin mengenai kepala seorang namja nyang menyebabkan namja itu juga berteriak.
“Aww appo!! Siapa sih orang yang kurang kerjaan menendang kaleng ini” runtuk Changmin sambil mengelus kepalanya yang terkena botol kaleng. Awalnya Changmin sedang duduk di taman sambil menunggu adiknya datang, tetapi tiba-tiba adiknya membatalkan janjinya kemudian tiba-tiba saja ada sebuah botol kaleng melayang ke kepalanya dan membuatnya sedikit kesakitan. Kemudian Changmin mencari siapa yang melempar botol kaleng tadi, dia tidak menemukan siapa-siapa tetapi ia melihat seorang yeoja sedang mengenakan pakaian seragam sekolah sedang merutuki sesuatu. Changmin menduga bahwa yeoja itulah yang menendang kaleng kaleng botol tadi yang mengenai kepalanya kemudian Changmin menghampiri yeoja tersebut.
“Hey kau!! Kau kan yang melempar botol kaleng ini?” tanya Changmin pada yeoja tersebut. Tetapi yeoja tersebut tak begitu menghiraukan malah melewati Changmin. Changmin sedikit marah karena pertanyaannya tidak di jawab kemudian menarik tangan yeoja tersebut.
“Hey, apa kau tak dengar pertanyaanku?” tanya Changmin sekali lagi. Dan alhasil membuat yeoja tersebut mengeluarkan suaranya.
“Mian, aku tak sengaja tadi” jawab yeoja tersebut kemudian memandang Changmin dengan wajah tak bersemangat. Awalnya Changmin ingin memarahi yeoja itu tetapi melihat ekspresi wajah yeoja yang tak bersemangat itu ia tidak jadi memarahinya.
“Mian, tadi aku tak sengaja menendang kaleng itu dan ternyata mengenaimu” ucap Shin sekali lagi.
“Baiklah gwenchanayo, kurasa hari ini kau ada masalah” ucap Changmin.
“Em” jawab Shin singkat.
“Nama siapa?” tanya Changmin.
“Bisakah kau melepas genggaman tanganmu dari pergelangan tanganku terlebih dulu” pinta Shin karena sedari tadi Changmin memegang tangan Shin.
“Oh, mian tadi aku hanya sedikit emosi gara-gara kau tak menjawab pertanyaanku” ucap Changmin kemudian melepas genggaman tangannya.
“Shin imnida” ucap Shin singkat sambil berjalan dan Changmin pun juga ikut berjalan.
“Changmin imnida. Kenapa pakaianmu basah?” tanya Changmin.
“Ada orang kurang waras ngamuk” jawab Shin.
“Hah? Kurang waras? Jadi kau habis disiram orang gila?” tanya Changmin sedikit tertawa medengar jawaban Shin.
“Bukan orang gila”.
“Katanya orang kurang waras, namanya orang kurang waras kan orang gila. Kalau begitu siapa?”
“Teman-temanku” jawab Shin singkat.
“Memangnya kenapa kau disiram ada masalah apa?” tanya Changmin.
“Tidak penting”
“Aku tebak, pasti hari ini kau ulang tahun!” tebak Changmin.
“Sudahlah jangan bicarakan itu aku tak sedang tidak mood” ucap Shin sedikit sebal ada yang bicara soal ulang tahun.
“Wah Saengil Chukkae Hamnida ne” ucap Changmin memberi selamat pada Shin.
“Ya, terima kasih”
“Kenapa kau tidak senang? Ini kan hari spesial buatmu”
“Tak ada yang spesial. Adanya hari kesialanku hari ini” jawab Shin.
“Memangnya kenapa?” tanya Changmin.
“Tak ada yang peduli padaku”
“Memangnya teman-temanmu tak ada yang tau kalau hari ini kau ulang tahun?”
“Sudahlah, jangan membahas itu” pinta Shin.
“Baiklah, oya lebih baik kita duduk disana lebih santai saja dari pada berjalan seperti ini” ajak Changmin sambil menunjuk kursi di bawah pohon besar dan Shin pun menurut ajakan Shin. Changmin dan Shin pun duduk di bawah pohon Sakura (anggap aja ada pohon sakura ya).
“Kenapa jam segini kau sudah pulang?” taya Changmin.
“Temanku menyuruhku pulang karena bajuku basah dan aku tak bawa pakaian ganti” jawab Shin.
“Ow” respon Changmin kemudian melepas jaketnya. Dan memakaikannya ke Shin.
“Kenapa kau memakaikan jaketmu padaku?” tanya Shin sambil melihat Changmin.
“Kau bisa kedinginan dengan pakaianmu yang basah itu lagi pula cuaca hari ini kan dingin sekali” jawab Changmin.
“Kau kan juga bisa kedinginan” ucap Shin kemudian ingin melepas jaket Changmin tetapi Changmin menahannya.
“Sudahlah , tak masalah kau lebih membutuhkan” ucap Changmin.
“Gomawo” ucap Shin tersenyum pada Changmin kemudian di balas senyuman oleh Changmin.
“Nah begitu kau lebih yeppo kalau tersenyum” ledek Changmin. Shin yang mendengar pujian Changmin hanya tersenyum. Perasan Changmin tidak karuan saat duduk terlalu lama dengan Shin dalam suasana keheningan. Changmin merasa apa ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan peratama bahkan baru saja kenal dengan Shin beberapa jam yang lalu. Karena Changmin terlalu canggung akhirnya ia mengeluarkan suaranya.
“Bagaimana kalau di hari ulang tahunmu ini aku menyanyikan lagu untukmu!” pinta Changmin.
“Tidak perlu, aku tak terlalu suka lagu ulang tahun” jawab Shin sedikit menolak.
“Tidak, lagi pula ini bukan lagu ulang tahun dan anggap saja ini hadiah dariku” ucap Changmin.
“Baiklah, terserah kau saja” jawab Shin. Kemudian Changmin mulai bernyanyi dengan judul lagu Summer Dream lagu kesukaanya itu. Suara Changmin sangat merdu sekali ia menyanyikannya dengan penuh penghayatan sambil menutup matanya. Shin yang mendengar lagu itu mulai merasakan persaan yang sama seperti perasaan Changmin yaitu tidak karuan dan Shin mulai terhibur dan melupakan kejadian di sekolahya tadi, kemudian Shin menyenderkan kepalanya di bahu Changmin sambil menutup mata. Changmin merasa kalau Shin menyenderkan kepalanya di bahunya membuka mata dan melihat Shin yang menutup mata. Changmin tetap melanjutkan menyanyinya. Banyak remaja terutama yeoja yang iri melihat Changmin dan Shin mereka mengira kalau Changmin dan Shin adalah sepasang kekasih. Lagu yang dinyanyikan Changmin sudah selesai tetapi Shin tetap saja masih menutup matanya dan ternyata Shin tertidur. Changmin hanya tersenyum melihat Shin yang tertidur ia sengaja tidak membangunkan Shin dan tetap membiarkan dalam keadaan seperti itu. Tak terasa waktu sudah pukul 3 sore. Shin terbangun karena mendengar handphonenya berbunyi dan segera mengangkat telponnya, ternyata itu dari oppanya. Gege menelphone Shin karena Yuri datang ke rumahnya dan menanyakan Shin apakah ada di rumah. Setelah selesai berbicara dengan oppanya Shin kemudian berkata pada Changmin kalau ia di suruh pulang oleh oppanya.
“Changmin aku pulang dulu ya” ucap Shin.
“Secepat itukah?” tanya Changmin sedikit kecewa karena Shin kan pulang.
“Hey ini sudah pukul 3 sore seharusnya aku sudah pulang 2 jam yang lalu, lagi pula temanku sudah menungguku di rumah” jelas Shin.
“Bagaimana kalau aku antar?” tawar Changmin.
“Tidak usah, nanti merepotkanmu” tolak Shin karena ia tak mau merepotkan Changmin.
“Tidak papa lagi pula aku juga ingin tahu di mana kau tinggal, aku antar ya!” pinta Changmin.
“Em… baiklah jika itu tak merepotkanmu” jawab Shin. Kemudian Shin pulang diantar oleh Changmin menggunakan motor Changmin. Jarak rumah Shin tak terlalu jauh jadi dalam 15 menit sudah sampai di rumah shin kalau naik kendaraan. Shin turun dari motor Changmin dan Changmin melepas helmnya.
“Terima kasih sudah mengantarkanku pulanag” ucap Shin.
“Ne, jadi ini rumahmu?” tanya Changmin.
“Ne” jawab Shin.
“Yasudah kalau begitu aku pulang dulu ya!” ucap Changmin memakai helmnya tetapi tiba-tiba Shin menahan Changmin.
“Tunngu!” ucap Shin.
“Waeyo?” tanya Changmin.
“Terima kasih tadi kau sudah menghiburku tadi saat ditaman dengan menyanyikan lagu untukku” ucap Shin sambil tersenyum.
“Ne” jawab Changmin tersenyum membalas senyuman Shin. Shin baru menyadari kalau Changmin sangat tampan saat ia tersenyum.
“Kalau begitu aku pulang dulu ya?”
“Ne, hati-hati di jalan!” ucap Shin. Kemudian Changmin memakai helmnya dan pulang. Ternyata sejak tadi Gege oppa Shin dan Yuri memerhatikan Shin dan Changmin di depan pintu. Shin yang tersenyu-tersenyum sendiri tidak jelas sambil membalikkan badannya hendak masuk rumah kaget melihat oppanya dan sahabatnya sudah ada di depan pintu.
“Hey, sejak kapan kalian ada di sana?” tanya Shin kaget.
“Sejak kalian berdua sampai” jawab Gege sambil tersenyum melihat ekspresi adiknya itu.
“Ja-jadi sudah lama?” tanya Shin sedikit gugup.
“Ya kurang lebih seperti yang kau katakan” jawab Yuri.
“Eh Yuri sejak kapan kau ada di sini?” tanya Shin.
“Ya sekitar 1 jam 15 menit yang lalu, bukannya tadi disekolah aku sudah bilang kalau aku akan ke rumahmu” jawab Yuri.
“Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres ni” sahut Gege.
“Apa sih, sudahlah aku ingin masuk mau ganti pakaian dulu” ucap Shin.
“Tunggu!’ cegah Gege.
“Ada apalagi sih” ucap Shin.
“Itu jaket siapa yang kau pakai?” tanya Gege.
“Aduh, ini kan jaket Changmin tadi. Kenapa aku bisa lupa mengembalikannya” batin Shin.
“Shin, kenapa kau tidak menjawab pertanyaan Gege oppa?” tanya Yuri.
“I-ini aku tadi beli saat pulang sekolah” jawab Shin gugup.
“Benarkah?” tanya Yuri.
“Iya” jawab Shin.
“Kau bohong kan” sahut Gege.
“Ti-tidak” jawab Shin.
“Kalau tidak kenapa kau gugup jawabnya. Mana mungkin oppamu ini tidak tahu apa adiknya itu berbohong atau tidak, ayolah katakan sejujurnya!” pinta Gege.
“Baiklah ini jaket Changmin, kalian puas!” jawab Shin.
“Ow, jadi itu jaket kekasih barumu” ucap Gege menggoda.
“Benarkah Shin kalau namja tadi kekasih barumu” tanya Yuri
“Aish, kalian berdua ini sudahlah aku ingin ke kamar dulu” ucap Shin berlalu pergi meninggalkan Yuri dan oppanya.

#SKIPP (ditempat lain)#
~Changmin POV~
“Aissh… kenapa aku memikirkan Shin sejak aku mengantarnya pulang dan perasaan apa ini, perasaan tidak karuan ini menyiksaku. Apa ini yang di namakan First Meet in Love. Arrgghhh” ucapku pada diriku sendiri kemudian mengacak rambutku yang tidak gatal. “Bagaimana kalau nanti malam aku ke rumahnya dan menyatakan cinta padanya” pikirku. “Ah apa kau sudah gila Changmin, kau dan Shin kan baru saja kenal beberapa jam yang lalu” ucap Changmin di depan kaca berbicara sendiri seperti orang gila (?). “Tapi tak salahnya aku mencoba, kalau ditolak yah mungkin memang bukan jodohku dan ini kan hari ulang tahunnya. semoga ada miracle” ucap Changmin kemudian pergi membelikan kado untuk Shin ke toko noonanya.
~Changmin POV End~

~Shin POV~
“Yakk~ kenapa aku slalu memikirkan Changmin sejak dia mengantarku pulang tadi dan kenapa saat dia menyanyi di taman tadi hatiku terasa sejuk, dan nyaman jika di dekatnya. Apa aku jatuh cinta padanya tapi apa mungkin. Aku dan Changmin kan baru saja kenal beberapa jam dan kenapa harus hari ini aku mengenalnya apa ini yang di namakan Miracle in 7 February, The First Meet in Love ?” tanyaku pada diri sendiri sambil melihat langit-langit kamarku”. Tibatiba saja ada yang mengagetkanku.
“Hey, ketahuan ya sedang memikirkan sesuatu” ucap Gege mebuyarkan lamunanku.
“Aishh… oppa kenapa oppa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk” ucapku sedikit kesal.
“Hahaha, pasti sedang memikirkan kekasih barumu ya?” tebak Gege.
“Yakk~ oppa Changmin itu bukan kekasihku” bantahku.
“Eitss tunggu siapa yang bilang kalau Changmin itu kekasih barumu, aku kan cuma bertanya apa kau sedang memikirkan kekasih barumu dan aku juga tidak bilang kalau namanya Changmin” ucap Gege sedikit menggoda.
“Pabbo, kenapa kau tadi tidak kepikiran kalau Gege oppa tidak menyebut nama Changmin” batinku.
“Hayo ketahuan, kamu pacaran sama Changmin kan?” tanya Gege.
“Aniya, tidak mungkin lagi pula aku baru saja mengenalnya beberapa jam tadi oppa” jawabku.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Shin, bahkan ada yang baru pertama kali kenal aja besoknya menikah” goda Gege.
“Yakk~ aku tidak seperti itu lagi pula aku kan masih sekolah” jawabku sedikit kesal.
“Ne…ne…ne iya oppa percaya padamu. Oya oppa ada sesuatu untukmu ini” ucap Gege sambil menyerahkan kotak yang lumayan besar dengan pita biru diatasnya.
“Oppa apa ini?” tanyaku.
“Ini kado untukmu, hari ini kan kamu ulang tahun” jawab Gege.
“Apa isinya?” tanyaku lagi.
“Kau itu bertanya saja, buka saja sendiri!” jawab Gege. Kemudian aku membuka kado dari oppaku dan setelah aku buka ternyata isinya dress warna merah dan bando warna merah.
“Wah warna kesukaanku” ucapku senang mendapat warna kesukaanku.
“Apa kau suka” tanya Gege.
“Aku suka sekali. Terima kasih oppa, aku sayang oppa” ucapku sambil memeluk oppaku.
“Ne, nanti malam kau pakai ya” balas oppaku sambil mencium keningku.
“Nanti malam? Memangnya ada acara apa?” tanyaku.
“Aku akan memberimu sedikit kejutan?” ucap Gege.
“Jangan bilang pesta!” tebakku.
“Sudahlah lebih baik kau turuti saja” ucap Gege kemudian berjalan keluar dari kamarku, tetapi saat sampai di pintu kamarku dia berhenti.
“Hey, jangan lupa kau harus memakainya nanti malam, mungkin saja kekasih barumu itu akan datang” ledek Gege.
“Oppaaa~!!!!” teriakku. Oppa yang mendengar teriakanku hanya tertawa dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya kemudian ia pergi.
“Apa-apaan dia, kenapa dia bilang kalau Changmin nanti malam datang kesini, apa benar itu” batinku senang.

Malampun tiba jam menunjukkan pukul 07:00 malam. Setelah aku sedikit berdandan memakai dress dan bando pemberian dari kakakku aku pun turun dari kamarku. Tetapi kenapa lampunya semuanya padam apa hari ini oppa lupa membayar listrik (?) (wkwkwkw author saraph). Tetapi tiba-tiba saja ada yang menyentuhku. Aku pun otomatis kaget.
“Hey, siapa itu?” ucapku sedikit tetapi tak ada yang menyaut. Brakk~ suara benda jatuh.
“Hey, siapa di sana?” ucapku sekali lagi dan membuat ketakutanku bertambah. Dan tiba-tiba saja ada yang memegang pundakku. Akupun otomatis berteriak.
“Aaaaaaaaaaaaa, kumohon jangan sakiti aku” teriakku menutup mataku karena ketakutan tetapi tetap saja lampu masih belum menyala. Beberapa saat kemudian lampu menyala. Terdengar suara nyanyian ke arahku.
“Saengil Chukkae Hamnida… Saengil Chukkae Hamnida… Saengil Chukkae Hamnida…” ucap seseorang secara bersamaan. Kemudian aku membuka mata dan ternyata itu adalah Oppaku, Yuri dan Lian serta teman-temannya menghampiriku sambil membawa roti ulang tahun.
“Saengil chukke hamnida Shin” ucap Lian kemudian disusul yang lain.
“Tunggu kenapa kalian bisa ada di sini?” tanyaku bingung sambil menujuk Lian dan teman-temnnya.
“Kami di undang oleh kakakmu” jawab salah satu teman Lian.
“Aku minta ma’af ya soal tadi pagi karena sudah menyirammu dengan air” ucap Lian.
“Tapi kenapa kalian melakukan itu padaku” tanyaku pada Lian.
“Mian ya itu semua idenya Gege oppa, aku hanya menuruti perintahnya saja” ucap Lian kemudian aku melihat kakakku.
“Oppaaaa~” ucapku sedikit kesal.
“Shin, aku juga minta ma’af ya” ucap Yuri.
“Maksudnya? Jangan bilang kau juga terlibat?” ucapku.
“Hehehehe, piese!” ucap Yuri sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
“Sudahlah kalau begitu kau tiup lilinnya, tapi sebelumnya make a wish dulu” ucap Lian. Kemudian aku make a wish setelah itu aku meniup lilinnya.
“Permintaan di kabulkan” kata Gege oppa tiba-tiba.
“Oppa kan tidak tahu apa harapanku” tanyaku heran.
“Ya anggap saja sebagai bonus, hahahaah!” ucap Gege oppa. “Ayo silakan masuk” ucap Gege. Aku penasaran apa yang akan oppa tunjukkan padaku. Dan aku sempat kaget apa yang aku lihat orang yang muncul dari balik pintu ternyata adalah Changmin. Kemudian dia menghampiriku.
“Saengil Chukkae Hamnida” ucap Changmin sambil menyerahkan sebuket bunga mawar warna merah dan putih.
“Te-terima kasih” ucapku pada Changmin gugup. Aku bingung apa yang harus aku katakan dan ternyata tadi sore apa yang Gege oppa katakan itu benar kalau Changmin akan datang malam ini. Hari ini dia sangat tampan sekali.
“Ehem, sudahlah acara pandang-pandangannya” ucap Yuri membuyarkan lamunanku. Aku dan Changmin hanya tersenyum mendengar ucapan Yuri.
“Tunggu apa kau juga terlibat dengan…” ucapku terpotong karena Gege oppa.
“Tidak terlibat jadi kau bisa tenang” kulihat Changmin sedikit bingung dengan ucapan Gege oppa dan itu membuatku percaya.
“Ternyata kau memakainya” ucap Changmin melihatku.
“Maksudnya?” tanyaku bingung.
“Dress dan bando yang kau pakai” jawab Changmin.
“Bukannya ini dari…” ucapku terpotong.
“Hehehe, mian Shin sebenarnya kado yang oppa kasih tadi sore itu kado dari Changmin” sahut Gege oppa.
“Jadi oppa membohongiku lagi” ucapku kesal.
“Hahahaha” tawa Yuri, Gege oppa, dan yang lainnya.
“Isshhhh, kalian semuanya menyebalkan” ucapku.
“Shin?” ucap Changmin.
“Ne, wae?” tanyaku.
“Maukah kau menjadi yeojachinguku” ucap Changmin sambil menggenggam keduan tanganku. Aku sedikit kaget mendengar itu.
“Terima….teriama…terima…” ucap Gege oppa, Yuri, Lian dan yang lainnya. Aku semakin bingung mau menjawab iya atau tidak.
“Aku menyukaimu saat pertama kali aku bertemu denganmu di taman, dan selalu memikirkanmu sejak aku mengantarku pulang. Apa kau mau menerimaku?” tanyanya padaku. Dan akhirnya aku menjawab.
“A-aku, aku tidak bisa” jawabku. Semua orang yang ada di rumah ku saat aku menjawab tidak sangat heran padaku dan Changminpun juga begitu.
“Kenapa?” tanyanya dengan sedikit kecewa.
“Karena akku tidak bisa menolakkmu” jawabku.
“Maksudmu? Jadi kau mau jadi yeojachinguku?” ucap Changmin.
“Ne, persaanku juga sam sepertimu” jawabku singkat”
“Jeongmal?” tanya Changmin memastikan.
“Ne” jawabku. Kemudian dia memelukku aku sedikit kaget dengan perlakuannnya tetapi akhirnya aku membalas pelukannya.
“Hey, kalian berdua sudah pelukannya” ucap Gege oppa. Aku dan Changmin pun sontak kaget dan melepas pelukan kami dan tertawa bersama.
~Shin POV End~

Hari ini Shin dan Changmin resmi menjadi sepasang kekasih. Changmin sangat senang bisa menjadi namjachingu Shin begitupun sebaliknya. Setiap hari Changmin selalu mengantar dan menjemput Shin pulang sekolah. Begitupun dengan Gege dan Yuri mereka akhirnya juga menjadi sepasang kekasih.

~THE END~
Akhirnya selesai juga FF-nya….
Jangan lupa RCL ya….